Robot ITS Raih Dua Gelar Juara  

Senin, 01 Juni 2009

Surabaya, 16 Mei 2005 09:54
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meraih dua juara dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) VII-2005 dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) III-2005 di Balairung Universitas Indonesia (UI) kampus Depok, yang berakhir Minggu petang.

Kedua gelar yang sama-sama juara utama itu diraih ITS dalam KRI dan KRCI kategori robot expert (robot beroda dengan rintangan dua lantai). Juara pertama di KRI dan KRCI kategori expert itu sama-sama dipersembahkan tim Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS.

Gelar juara umum dalam KRI dipersembahkan tim robot "Askaf-i" yang mengalahkan robot tuan rumah UI "Maximum Balance" (juara kedua), sedangkan juara pertama dalam KRCI kategori robot expert dipersembahkan tim robot "PENSA-Mobile" yang menundukkan tim robot "Raptor" dari Politeknik Negeri Bandung (Polban).

Namun, tiga robot ITS lainnya kalah, karena ITS mengirimkan tiga robot untuk KRI dan dua robot untuk KRCI. Untuk juara pertama KRCI kategori beroda diraih tim robot Bratasena dari Polban dan juara pertama untuk robot kategori berkaki diraih tim robot "Bladewing" dari ITB Bandung.

Menanggapi kemenangan dua tim ITS itu, Rektor ITS Prof Dr Mohammad Nuh DEA mengatakan pihaknya akan memberi penghargaan dan SPP gratis selama setahun, selain tim robot Askaf-i meraih tiket ke Kontes Robot Dunia di Beijing, Cina, 27 Agustus mendatang.

"Penghargaan dari kami itu tidak terlalu penting, karena yang lebih penting adalah pencitraan di dunia internasional bahwa bangsa Indonesia itu bukan bangsa ecek-ecek (remeh)," katanya.

Robot PENSA-Mobile menang setelah tiga kali main terlihat mampu mendemonstrasikan kebolehannya melakukan pemadaman api di dua lantai dan menemukan boneka bayi dalam sekat-sekat atau kamar-kamar.

PENSA-Mobile yang berbentuk segi lima itu mampu mencatatkan angka tertinggi pada kesempatan kedua dengan nilai sempurna, karena berhasil memadamkan api di dua kamar pada lantai satu dan dua serta menemukan boneka bayi di lantai dua serta kembali lagi ke posisi semula di lantai satu.

Sementara itu, tim robot "Askaf-i" dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akhirnya menjadi meraih tiket ke Kontes Robot Dunia setelah menang atas tim tuan rumah "Maximum Balance" dari Fakultas Teknik (FT) UI dengan angka telak yakni 45-5.

Bahkan, kemenangan Askaf-i di hadapan Dirjen Dikti Prof Ir Satryo Sumantri Brodjonegoro, 200 suporter ITS, dan sekitar 5.000 penonton itu terbilang sempurna karena mampu meraih "climb" dalam 2,20 menit dari waktu 3 menit yang disediakan.

Capaian climb itu berarti robot Askaf-i dalam KRI yang bertemakan "Mencapai Puncak Borobudur, Nyalakan Api Perdamaian" itu berhasil memasukkan bola pada puncak "stupa borobudur" dengan diikuti keberhasilan meletakkan bola pada empat "canister" (mangkuk) di luar "borobudur" sehingga membentuk diagonal.

Tim robot Askaf-i yang terdiri atas satu robot manual dan empat robot otomatis itu melibatkan lima orang yakni Adnan Rahmat Anom (A), Sigit Hardhiyono (S), Kritian Ari (K), Arif Zuantono (A), Fuad Hasan (F), sedangkan "i" terakhir merupakan pelengkap agar menjadi Askafi atau singkatan dari Ashabul Kahfi (tujuh pemuda yang tertidur di dalam goa).

Dalam KRI dan KRCI juga ada juara lain yakni tim dengan inovasi terbaik yang diraih tim robot Bledhux dari Universitas Surabaya (Ubaya) dan tim dengan robot paling ekonomis yang diraih tim robot MARISA dari UI. [TMA, Ant]

AddThis Social Bookmark Button


Design by zaky